Wejangan Wali Allah

Angel pratingkahe urip, sanadyan ahliya kitab, ahli suluk ahli pikir, lamun ora puruhita, tatane kurang prĂªmati.

Sangat sulit memahami rahasia hidup, walaupun ahli kitab, ahli suluk dan ahli fikir, apabila tidak berguru, pemahamannya kurang benar.

#Kangjeng_Sunan_Gunungjati
Filled Under: ,

Paparabia dan Mamarika Dua Sejoli yang Melahirkan Para Ekstrimis



Tentu sudah bukan rahasia umum bahwa dua sejoli inilah yang telah melahirkan para militan ekstrimis seperti Al-Qaida, ISIS, FSA dan lain-lain. Sebagaimana tugas seorang papa, tugas paparabia adalah sebagai penyandang dana, yang membiayai, menghidupi, terutama memberi "jajan", apalagi "duit" papa itu memang luar biasa banyak, wajar saja karena profesi papa ini sebagai bandar minyak. (bukan minyak tawon tentunya)
Begitupun dengan tugas seorang mama, tugas mamarika adalah menyiapkan ide, mendidik dan melindungi anak-anaknya itu (para ekstrimis), maklumlah, namanya juga seorang mama, kamu tahulah bagaimana hebatnya seorang mama dalam mendidik dan melindungi anak-anaknya.

Maka tumbuh besarlah anak-anak dua sejoli ini, namun seiring dengan tumbuh kembangnya si anak (entah apa yang mereka makan atau salah didikan), ada sifat-sifat dan karakter aneh yang menyertai pertumbuhannya. Ia cenderung kaku, suka memaksakan kehendak, bengis, fanatik dan berdarah dingin. Dimanapun ia berpijak, selalu saja membuat masalah, selalu melakukan tindak kekerasan, makar, dan memaksakan kehendak kepada orang-orang disekitarnya, ia tidak segan-segan mem-bom, bahkan menyembelih orang-orang yang tidak mau menuruti kehendaknya.

Oh iya, dalam beragama, anak-anak dua sejoli ini mengaku sebagai pemeluk agama papa-nya. Dalam penerapan keagamaannya juga aneh, kaku dan sangat fanatik. Selain memaksakan kehendak untuk mendirikan negara "islam" versi mereka. Sebentar-sebentar orang dituding kafir, sebentar-sebentar orang dituding musyrik, sebentar-sebentar orang dituding Bid'ah, sebentar-sebentar orang dituding khurafat dan tahayul. (Mudah-mudahan hidup mereka juga hanya sebentar-sebentar.. ‪#‎eehh‬).

Perkembangan anak dua sejoli ini lumayan pesat, mereka sudah tersebar dimana-mana, bahkan di Indonesia. Mereka telah memproklamirkan diri mereka bahwa mereka telah hadir di negeri kita tercinta. Meskipun di sini jumlah mereka masih sedikit, tetapi mereka terus bekerja, mereka melakukakan 'Brain Washing' kepada para pemuda dan pemudi kita melalui majlis-majlis ta'lim, pengajian, pesantren dan tentunya lewat media-media mereka.

Ciri-ciri mereka sebenarnya mudah kita kenali, selain suka menuding orang dengan tuduhan kafir, musyrik, bid'ah dan lain-lain, mereka senang menampilkan berita kekejian dan kebiadaban (pemboman, penyembelihan dll) yang dilakukan kelompok mereka, yang mereka anggap sebagai kemenangan. Mereka juga sangat gemar mengadu domba antara sesama muslim, mengadu domba antara muslim dengan non muslim, bahkan mengadu domba antara rakyat dengan pemerintah. Hobby mereka memprovokasi dan bila terjadi chaos, maka mereka akan segera mengambil kesempatan dalam kesempitan, karena 'papa' dan 'mama' siap membantu mereka.

Lantas bagaimana kita menyikapinya? Tentunya dengan mempererat tali persaudaraan diantara kita, apapun agama, mazhab, suku dan ras, karena kita satu bangsa dan negara. Menjaga toleransi dan saling menghargai agar tidak mudah terprovokasi, meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan lingkungan dan masyarakat.

"Aksi terorisme bisa terjadi bukan saja karena ada niat si pelaku, tetapi aksi terorisme juga bisa terjadi karena ada kesempatan… Waspadalah, waspadalah, waspadalah !!

#AliValentino – #Alvin

0 comments:

Post a Comment